Perbedaan cara jual tanah secara KPR dan Tunai Keras dengan Tunai Bertahap

Bagi anda yang berencana ingin menjual tanah sebagai lokasi hunian maka pertimbangkan pula masalah cara pembayaran tanah tersebut. Sebab dalam dunia jual beli tanah maupun rumah terdapat 3 istilah pembayaran yang perlu untuk anda ketahui yaitu secara KPR, tunai keras dan tunai bertahap. Tentunya masing-masing cara pembayaran tersebut memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda. Untuk menambah pengetahuan anda maka sebaiknya anda perlu tahu perbedaan cara jual tanah secara KPR dan tunai keras dengan tunai bertahap.

Perbedaan Jual Tanah Secara KPR, Tunai Keras dan Tunai Bertahap

Menjual tanah dengan cara Kredit Kepemilikan Rumah KPR berlaku sistem pembiayaan untuk membeli rumah dengan skema pembiayaan hingga 90% dari harga rumah tersebut. Pihak penjual tanah untuk perumahan biasanya sudah bekerja sama dengan pihak bank sehingga memudahkan pembeli tanah tersebut ketika mengajukan KPR. Pihak penjual akan menyediakan formulir sebagai persyaratan pengajuan KPR dan pihak pembeli harus membayar sejumlah uang muka. Sesuai dengan namanya, KPR ini akan dibayarkan secara kredit dengan tenor 10-15 tahun. Tentunya ada banyak dokumen persyaratan yang harus dilengkapi oleh pembeli supaya pengajuan KPR berhasil disetujui pihak bank.

Jual tanah secara tunai keras dilakukan untuk pembeli yang mempunyai budget besar dan dilakukan paling lambat satu bulan sejak terjadinya kesepakatan penjual dan pembeli. Dengan membayar secara tunai keras maka pihak penjual tanah bisa memberikan potongan harga sebesar 10%-15% dan anda juga tak perlu pusing dengan cicilan setiap bulannya. Dengan harga yang lebih murah, anda juga tak perlu khawatir akan terkena dampak suku bunga yang fluktuatif.

Sedangkan cara pembayaran yang ketiga adalah dengan tunai bertahap. Dimana cara ini memudahkan pembeli untuk mencicil tanah yang dibeli dengan cicilan yang besar dalam kurun waktu terbatas. Selain itu cara ini tidak terpengaruh oleh bunga fluktuatif bank sehingga pembayaran cicilan tidak akan semakin bertambah besar. Namun pihak penjual atau developer juga akan memberikan bunga serta adanya pembayaran uang muka yang cukup besar sekitar 30%-50%. Dalam kurun waktu 6-24 bulan pihak pembeli harus menyelesaikan cicilan pembayaran tanah tersebut.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai perbedaan cara menjual tanah secara KPR, tunai keras dan tunai bertahap yang bisa menambah wawasan anda. Melalui penjelasan di atas kini anda bisa memperoleh informasi mengenai 3 cara pembayaran saat jual beli tanah sebagai hunian. Dengan begitu anda akan semakin mudah memilih cara pembayaran sesuai kondisi keuangan anda.

Keunggulan dan kekurangan tanah dijual yang belum bersertifikat

Categories: Tips